Apa SJW itu? Sebuah Konter Argumen (Bagian 2)

social justice warrior woman protesting

 

Mas, di kampusmu banyak feminis ya?”

Aku tercekat. Selain karena pertanyaan datang begitu tiba-tiba, aku pun tak yakin si penanya paham betul apa yang ia sebut feminis. Sama halnya ketika beberapa tahun lalu, adikku dengan ketus menanggapi pembicaraan soal feminisme. Dulu, ia melekatkan feminis dengan sifat egois dan anti-kritik atau feminazi. Aku tahu, yang ia tahu soal feminisme sebatas dari lelucon di 9gag.

Continue Reading

Apa SJW itu? Sebuah Konter Argumen (Bagian 1)

social justice warrior women march

Kelewat menyederhanakan suatu hal itu bisa jadi masalah. Alih-alih menjelaskan persoalan dengan tepat, ia justru menciptakan blunder. Argumentasi yang cemerlang ada karena ada banyak hal yang sengaja disembunyikan. Dari situ, perlu kehati-hatian penikmat konten untuk merunut dan memikirkan ulang apa yang seseorang sampaikan.

Continue Reading

Merayakan yang Banal

Muda, penghasilan belasan juta per hari, tinggal di apartemen mewah dan punya kendaraan pribadi adalah kombinasi yang terlalu mujur. Kombinasi itulah yang diam-diam kita impikan dan amini, setidaknya lewat drama-drama di televisi ataupun novel remaja. Ketika kemujuran tersebut terwujud di dunia nyata, kita tak henti untuk menguntit kehidupan sosok itu. Sama seperti drama-drama di televisi yang kita tonton ataupun novel-novel metropop yang tak surut menghiasi rak-rak toko buku.

Continue Reading