Entrok, Okky Madasari

Marni bergegas pergi dari rumah Paklik dan Buliknya. Tak sanggup lagi ia menahan bulir air mata dan perih tenggorokan yang mencekiknya. Bukan karena ia gagal membujuk Paklik membelikan entrok, membuatnya begitu. Melainkan cara Bulik menepis keinginannya, “Kalau mau punya, ya minta sama Bapakmu sana.”

Continue Reading

Animal Farm: Sindiran Kebinatangan Manusia

Kemerdekaan, walau bagaimana pun tidak pernah gratis. Hal yang mungkin sulit dipahami oleh mereka yang lahir dengannya.

Kemerdekaan selalu muncul dari ketidakadilan. Ia merupakan cita-cita dari sebuah antagonisme nilai. Antara baik dan yang jahat, begitu lebih mudahnya. Juga merupakan jawaban dari pertanyaan terhadap penderitaan manusia.
Posisinya yang diagung-agungkan, tentu tidak begitu saja muncul. Kemerdekaan adalah puncak tertinggi yang disokong oleh pengorbanan harta, jiwa, dan nyawa semua orang yang memperjuangkannya.

Continue Reading

Mencicipi Kehidupan Komunis ala Orwell

Kini, komunisme sayup-sayup terdengar. Ia tak pernah dengan lantang diucapkan, bahkan di ruang-ruang kelas. Ia menjadi topik pinggiran yang tak umum dibicarakan. Ia juga digambarkan lamat-lamat, ibarat sketsa yang tak pernah selesai dikerjakan.

Ketika ditanya tentang komunisme, kebanyakan orang tua bakal menjawab: komunis itu atheis. Sebagian yang cukup toleran akan menjawab, ia tak lebih dari angan-angan tentang kesejahteraan.

Continue Reading