O

Judulnya O, karya Eka Kurniawan. Singkat, padat dan mengundang tanya. Terlebih, ketika mengintip sampul belakang dan menemukan blurb: tentang seekor monyet yang ingin menikah dengan kaisar dangdut. Bagi sebagian orang, blurb semacam itu mungkin hanya akan mengundang kernyit di dahi. Sebagian lain yang belum mengenal penulis ini, barangkali juga sekedar bergumam “Ooo…” sambil lalu. Tetapi untungnya, saya mengikuti karya-karya Mas Eka ini. Jadi ketika O diumumkan terbit, saya histeris dan bertanya-tanya kejutan apa yang akan diberikan lewat karyanya yang satu ini.

Continue Reading

[Resensi] Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas – Eka Kurniawan

image

Di puncak rezim yang penuh kekerasan, kisah ini bermula dari satu peristiwa: dua orang polisi memerkosa seorang perempuan gila, dan dua bocah melihatnya melalui lubang jendela. Dan seekor burung memutuskan untuk tidur panjang. Di tengah kehidupan yang keras dan brutal, si burung tidur merupakan alegori tentang kehidupan yang tenang dan damai, meskipun semua orang berusaha membangunkannya.

Continue Reading

[Resensi] Lelaki Harimau – Eka Kurniawan

image

Pada lanskap yang sureal, Margio adalah bocah yang menggiring babi ke dalam perangkap. Namun di sore ketika seharusnya rehat menanti musim perburuan, ia terperosok dalam tragedi pembunuhan paling brutal. Di balik motif-motif yang berhamburan, antara cinta dan pengkhianatan, rasa takut dan berahi, bunga dan darah, ia menyangkal dengan tandas. “Bukan aku yang melakukannya,” ia berkata dan melanjutkan, “Ada harimau di dalam tubuhku.”

Continue Reading

[Resensi] Cantik Itu Luka – Eka Kurniawan

image

Di akhir masa kolonial, seorang perempuan dipaksa menjadi pelacur. Kehidupan itu terus dijalaninya hingga ia memiliki tiga anak gadis yang kesemuanya cantik. Ketika ia mengandung anaknya yang keempat, ia berharap anak itu akan lahir buruk rupa. Itulah yang terjadi, meskipun secara ironik ia memberikan nama Si Cantik.

Continue Reading