Apa SJW itu? Sebuah Konter Argumen (Bagian 1)

social justice warrior women march

Kelewat menyederhanakan suatu hal itu bisa jadi masalah. Alih-alih menjelaskan persoalan dengan tepat, ia justru menciptakan blunder. Argumentasi yang cemerlang ada karena ada banyak hal yang sengaja disembunyikan. Dari situ, perlu kehati-hatian penikmat konten untuk merunut dan memikirkan ulang apa yang seseorang sampaikan.

Continue Reading

5 Alasan Kenapa Kerja dari Rumah itu Candu

working from home

Deg-degan dan mata capek. Dua hal yang hampir selalu kurasakan tiap pagi, dulu.

Bangun dan merasa lebih capek dari sebelumnya itu menyebalkan. Ya kan? Apalagi kalau diburu waktu untuk segera siap-siap ke kantor. Itu dia yang aku rasakan selama berbulan-bulan.

Hampir setiap hari, aku mengawali hari dengan berjalan gontai mengambil handuk dan mandi. Dilanjutkan masak bekal untuk makan siang. Lalu, mematut diri dengan skin-care dan pupur – yang sering kali luntur karena keringat bercucur. Sudah begitu, sampai kantor dalam keadaan lelah.

Continue Reading

Entrok, Okky Madasari

Marni bergegas pergi dari rumah Paklik dan Buliknya. Tak sanggup lagi ia menahan bulir air mata dan perih tenggorokan yang mencekiknya. Bukan karena ia gagal membujuk Paklik membelikan entrok, membuatnya begitu. Melainkan cara Bulik menepis keinginannya, “Kalau mau punya, ya minta sama Bapakmu sana.”

Continue Reading

Rumah Kopi Singa Tertawa, Yusi Avianto Pareanom

Melalui kedelapan belas cerpennya, Yusi membawa kita masuk dalam kebetulan-kebetulan yang selama ini hanya terbayang di layar kaca. Menemani tokoh-tokoh yang seenaknya dipermainkan hidup.

Dalam “Ajal Anwar Sadat di Cempaka Putih” misalnya, kita dibuat kasihan dengan protagonis malang, si Anwar Sadat, yang hidupnya berakhir nahas di hari pertama ia memijak Jakarta – dikeroyok setelah dikira copet. Padahal tangannya cuma tak sengaja mampir ke dada dan pinggang seorang perempuan.

Continue Reading